by

Panorama Baru Negeri di Atas Awan Tanah Banten

PERSONAINDONESIA.COM |  Banten – Walnya tidak sengaja ditemukan oleh para pekerja pembuat jalan penghubung Kabupaten Lebak Utara dan Lebak Selatan. Barangkali para pekerja menceritakan pemandangan baru ini dari mulut ke mulut. Sebuah destinasi wisata baru Negeri di Atas Awan yang terletak di tanah Banten.

Kabar tersebut kemudian beredar dan menjadi ramai setelah adanya video tersebar di media sosial. Sontak para wisatawan tak ingin ketinggalan. Beramai-ramai ingin menyaksikan langsung bagaimana panorama teranyar ini. Apalagi diketahui lokasinya terletak di tempat yang memang sudah terkenal keindahannya, yakni Gunung Salak. Maka, dari sebuah desa yang sebelumnya sepi, mendadak penuh sesak. Terutama jika akhir pekan tiba.

Beberapa waktu lalu jagad maya dihebohkan dengan lokasi wisata teranyar di Banten. Tepatnya diberi nama Negeri di Atas Awan. Kenali beberapa fakta yang mesti diketahui sebelum berkunjung ke sana. Lokasi persisnya ada di Desa Citorek Luhur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Negeri di Atas Awan ada di area Gunung Luhur dan masuk dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Gunung Luhur sendiri ketinggiannya hanya 190 mdpl saja. Sehingga mudah dijangkau dengan berbagai alat transportasi.

Untuk menuju ke sana juga terbilang mudah. Dari Jakarta membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam. Cukup berpatokan ke arah Rangkasbitung. Setelah itu lanjutkan dengan rute Cipanas-Lebak Gedong-Citorek, hingga Gunung Luhur sejauh 70 kilometer. Waktu tempuh lanjutan diperkirakan sekitar 1,5 jam sendiri.

Pemandangan yang menjanjikan

Pemandangannya memang menjanjikan. Dari ketinggian, Anda bisa menyaksikan sekumpulan awan yang menutupi pemandangan di bawahnya. Sedang di sekelilingnya kumpulan hutan dan sederet perbukitan gunung tampil dengan anggunnya. Belum lagi saat ditambah cahaya keemasan dari matahari terbit ikut menambah semarak suasana.

Sensasi melihat langsung awan bergulung-gulung putih inilah yang paling dinanti. Membuat para penonton merasa melayang. Terlebih pemandangan seperti ini jarang didapat di lokasi wisata lain.

Waktu kunjungan terbaik

Ada waktu kunjungan terbaik untuk menikmati semua itu. Artinya wisatawan tidak bisa datang pada sembarang jam. Waktu terbaik adalah antara pukul 5 sampai 8 pagi saja. Di mana gulungan awan-awan putih bisa dinikmati secara optimal.

Bila terjadi hujan atau mendung, pemandangan akan terpenuhi kabut. Atau ketika sudah lebih dari pukul 8, yang mendominasi justru debu saja. Sehubungan dengan masih adanya pembangunan jalan raya. Jadi, pastikan Anda dan keluarga tidak salah jam sebelum sampai ke sana.

Fasilitas

Soal fasilitas memang belum terhitung banyak dan lengkap. Konon memang kabarnya mulai dibangun beberapa penginapan dengan harga yang sangat terjangkau. Ada pula penyewaan tenda bagi pengunjung yang ingin bermalam di alam bebas. Begitu pula mengenai akses jalan raya, semakin dimuluskan guna menyambut kedatangan wisatawan. 

Larangan sementara

Akibat ada beberapa halangan menuju ke sana, ada larangan yang dihimbau kepada para pengunjung. Seperti dalam beberapa bulan ini tidak berkunjung lebih dulu. Agar pembangunan jalan lebih cepat diselesaikan. Juga mengurangi bobot debu yang berterbangan di udara. Jadi, tunggu saja sampai Negeri di Atas Awan siap dikunjungi dengan segala keindahannya. (LAF/EBIN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed