by

Tenun Ikat Kediri Eksis Sejak Abad Ke-11

PERSONAINDONESIA.COM | Kediri – Sejarah kain tenun di Pulau Jawa sudah tercatat pada sejumlah prasasti peninggalan zaman kerajaan mulai Mataram Kuno abad ke-8 hingga Majapahit abad ke-13. Demikian pula sejarah kain tenun di Kediri diperkirakan juga telah ada sejak adanya Kerajaan Kediri abad ke-11 sampai ke-13.

Era industrialisasi tenun ikat di Kediri tercatat mulai dimasa prakemerdekaan RI sekitar tahun 1939. Saat itu keluarga pengusaha keturunan Tionghoa membangun industri tenun ikat dengan bermodalkan puluhan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Usaha ini tumbuh dan berkembang seiring permintaan kain sarung dari pedagang-pedagang Timur Tengah. Tenun ikat Kediri mengalami kejayaan pada tahun 1960 -1970. Namun, masa keemasan itu perlahan tergerus oleh hadirnya kaintenun produksi pabrik yang dibuat dengan mesin. Produksi massal yang cepat mengalahkan ATBM membuat para perajin dan pelestari budaya tenun ikat kalah bersaing. Selain itu, minimnya generasi muda yangmau menjadi penenun makin menenggelamkan pesona tenun ikat.

Hingga akhirnya di awal tahun 2000-an, ada perajin yang kembali merintis usaha tenun ikat di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Dari dua alat tenun berkembang menjadi belasan bahkan kini puluhan. Strategi usaha juga dilakukan dengan membuat beragam produk mode berbahan kain tenun ikat mulai baju, tas, dan sepatu. Siasat ini berhasil menarik minat masyarakat kembali melirik tenun ikat yang sebelumnya identikdengan produk sarung. Kini industri tenun ikat Kediri kembali menggeliat dengan adanya puluhan pengusaha. Kondisi ini juga didukung dengan beragam kegiatan untuk mengangkat pesona wastra khas Kediri ke pentas mode dunia./**

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed