by

Benteng Marlborough Kota Bengkulu

PERSONAINDONESIA.COM | Bengkulul – Terik panas matahari s­udah terasa meski jam baru menunjukkan pukul 07.45 di sebuah bukit kecil dikawasan Pantai Tapak Paderi, Kelurahan Malabro, Kecamatan Teluk Segara, Bengkulu, akhir Juli lalu.

Berdiri kokoh menghadap Samudra Hindia, Benteng Marlborough dibangun pada masa pemerintahan empat deputi gubernur, mulai dari Joseph Collet pada kurun 1712-1714 hingga Thomas Cooke pada 1718. Benteng peninggalan Inggris itu menjadi bagian tidak terpisahkan dari bagaimana upaya pencarian hasil bumi berujung pada kolonisasi di pesisir barat Sumatera.

Bangunan cagar budaya yang dikelola oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya(BPCB) Jambi ini luasnya mencapai sekitar 44.000 meter persegi dengan panjang 240,5 meter dan lebar 170,5 meter. Sebagian besar berfungsi sebagai ruang terbuka. Memasuki gerbang utama hingga lorong-lorong dan ruang-ruang bawah tanah memberi kesan penyusuran bagian benteng ini berbau petualangan. Ruangan perwira, gudang senjata, tempat penyimpanan harta, hingga ruang tahanan membuat kita mengawang-awang membayangkan apa yang terjadi di benteng itu masa lampau.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed