by

Kota Siak Sri Inderapura Provinsi Riau Hadirkan Suasana Tenang

PERSONAINDONESIA.COM | Riau – Menikmati ketenangan sebuah kota di Provinsi Riau adalah pengalaman yang menyenangkan sambil menyingkap sejarah peradaban kota tersebut. Kota Siak Sri Inderapura terletak sekitar 110 kilo meter ke arah timur dari Kota Pekanbaru yang menjadi jantung pemerintahan Provinsi Riau. Kecil dan tenang. Siak Sri Inderapura merupakan ibu kota Kabupaten Siak, yang dilintasi bentangan Sungai Jantan (Sungai Siak). Peradaban sebuah kota tua tidak pernah terlepas dari aliran sungai, yang memiliki berbagai fungsi bagi pemenuhan kehidupan manusia, sumber penghidupan, transportasi, hingga pertahanan.

Begitu pula Kota Siak Sri Inderapura. Kota ini tercatat sebagai ibu kota terakhir salah satu kerajaan Melayu, yaitu Kerajaan Siak yang berdiri pada 1723 dan dipimpin oleh Raja Kecik yang bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah Putra Raja Johor (Sultan Mahmud Syah). Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim Tsani (Sultan Syarif Kasim II), kerajaan menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia tak lama setelah Soekarno-Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Foto : Istana Kerajaan Siak Sri Inderapura Provinsi Riau

 

Foto : Masjid Raya Syahabuddin Kota Siak Sri Inderapura Provinsi Riau

Tak hanya bergabung, Raja terakhir inipun menyerahkan mahkota kerajaan serta menyumbang uang 10.000 gulden untuk berdirinya negara Indonesia. Kini, berbagai peninggalan kerajaan seperti Istana Ke-rajaan Siak, bangunan Balai Kerapatan Tinggi, Masjid Raya Syahbudin, jembatan yang menjadi kanal pertahanan, makam keluarga kerajaan, hingga bangunan gudang mesium menjadi bukti peninggalan kesejarahan kerajaan tersebut.

Meski kerajaan Melayu menganut ajaran Islam, heterogenitas dan pluralisme masyarakat Siak pun terlihat pada adanya bangunan Kelenteng Hock Siu Kiong. Kelenteng ini berdiri sejak 1898, seiring Sultan Kasim II mengundang masyarakat asal China bermukim di wilayah kekuasaannya tersebut. Sekitar kelenteng pun menjadi kawasan Pecinan yang dihuni turun-temurun dan membaur dengan masyarakat setempat. Meski kecil, Kota Siak menjadi salah satu kota yang layak dikunjungi untuk berwisata, menikmati ketenangan, juga menggali sejarah salah satu kerajaan yang menjadi kekayaan Nusantara.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed