by

Tarian Dayak Kenyah Melambangkan Perayaan Persahabatan

PERSONAINDONESIA.COM | Samarinda – Melalui tarian dan senyuman yang subtil, suku Dayak Kenyah yang bermukim di Kelurahan Pampang, Kecamatan Samarinda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berkenalan dan bersahabat dengan sejumlah pendatang serta turis. Didesa kecil itu, mereka menambatkan persaudaraan dengan denting sampek dan tarian yang sublim.

Setiap minggu, suku Dayak Kenyah di sana menggelar pertunjukan tari. Sekitar satujam, mereka menampilkan 10 tarian khas Dayak. Ketua Kesenian Pampang, Kang Laeng Along, membuka pertunjukan dengan menyapa tamu berdasarkan asalnya. Selain dari Samarinda, penonton yang hadir pada hari itu juga berasal dari Sulawesi Utara, JawaTimur, Sumatera Utara, Papua, Balikpapan, dan Jerman.

Along menyapa mereka dan menyilakan berdiri. ”Perbedaan yang membuat kita bertemu dan berkumpul saat ini,” kata Along, disusul tepuk tangan penonton. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perbedaan justru menjadi daya yang mendorong mereka untuk menjalin persaudaraan dengan siapa saja yang datang di situ.

Melalui tari tradisi, suku Dayak di Kelurahan Pampang dengan sadar menjalin relasi dengan siapa saja. Eksotisme tarian, baju adat, dan tradisi kuping panjang suku Dayak dijadikan jembatan untuk bersaudara dengan orang di luar suku Dayak.

Sang penari menampilkan gerakan lambat menebas. Itu merupakan simbol pembersihan halaman rumah, sekaligus pembersihan hati dan pikiran semua orang yang hadir sejak dimulainya pertunjukan.

Tarian selanjutnya adalah Kanjet Lasan Leto atau tarian persahabatan. Puluhan penari perempuan dewasa masuk. Menggunakan mahkota dan pakaian yang dihias manik-manik, mereka melangkah pelandan anggun. Para penari tak menampilkan gerakan rumit. Gerakan jemari yang tersemat bulu imitasi burung enggang digerakkan seolah memeluk siapa saja yang melihat.

Tarian persahabatan ini menunjukkan sisi kelembutan suku Dayak. Gerak tariyang sederhana melambangkan bahwa memulai dan menjalani persahabatan itu sangat sederhana. Manusia hanya perlu saling mengenal dan menghargai.

Suku Dayak Kenyah di Kelurahan Pampang merupakan suku Dayak yang bermigrasi cukup jauh. Mereka termasuk berbeda dari suku Dayak kebanyakan karena tidak tinggal di pedalaman Kalimantan. Mereka berladang tidak jauh dari Samarinda, pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur.

Wakil Ketua Kesenian Pampang Pejalung Kila menceritakan, berdasarkan cerita turun- temurun, leluhur suku Dayak Kenyah di sana berasal dari tepi Sungai Kayandi Kalimantan Utara. Mereka bermigrasi dengan menyusuri sungai untuk mencari tempat bercocok tanam yang lebih baik. Sebelum sampai di Desa Pampang, leluhur mereka sempat singgah di banyak tempat.

”Pada tahun 1970-an, leluhur kami sampai di Samarinda dan membangun permukiman di Kelurahan Pampang ini,” kata Pejalung. Di situlah mereka membuka ladang dan membuat rumah lamin untuk berbagai keperluan, seperti upacara adat dan musyawarah.

Meski sudah bersentuhan dengan kehidupan kota, mereka tetap melakukan berbagai tradisi adat. Karena keunikan itu, pada 1991 Pampang diresmikan sebagai desa budaya oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sejak saat itu, banyak wisatawan yang mengunjungi Kelurahan Pampang karena mudah dijangkau dari pusat Kota Samarinda, hanya sekitar 30 menit. Selain pertunjukan tari, wisatawan juga bisa berfoto mengenakan pakaian adat atau berfoto dengan para penari. Tarif berfoto dengan pakaian adat dan para penari Rp 25.000./**

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed